20 Mei 2012 |
 

Online Support

   »   marketing  
   »   marketing  
   »   marketing  
   »   support  
   »   support  
   »   support  

Nama:
Email:
Judul:
Pesan
>>>
SmitDev Community

Dinding yang Tidak Mau Dibor

Rabu, 25 November 2009 14:42 | Our Story | Redaksi
Boleh percaya boleh tidak, inilah perisitwa yang dialami oleh tim MLINK saat melakukan instalasi CCTV di Bagansiapi-api , Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Masuk Kota Bagansiapi-api  tepat pukul  9 malam. Perjalanan panjang Pekanbaru – Bagansiapi-api tidak memungkinkan tim harus langsung bekerja. Kami beristirahat  malam, dan memutuskan memulai pekerjaan Minggu pagi.  Praktis hanya  memiliki waktu 24 jam.
Mengejar jam tayang, tim yang terdiri dari Nasori Habib, Yendrizal, Rindra Yasin dan Adi Sumarno berusaha menyelesaikan pekerjaan pemasangan 8 cam untuk lantai 2 dan lantai 1 dengan perencanaan, masing-masing diselesaikan dalam waktu 12 jam.  Intinya, pemasangan delapan unit CCTV harus selesai sebeluk Pegawai masuk kerja pada Senin pagi. Sementara pekerjaan yang paling menyita waktu adalah saat memasang kabel.

Kejadiannya,  ketika  tim bersiap memasang kamera ke tiga  di lantai 2. Jam sudah melewati  pukul 01.30 WIB ketika instalasi kamera ini mulai dikerjakan.  Semua peralatan sudah dibawa naik, kabel arus sudah disambung ke adaptor. Namun saat melubangi  dinding untuk kedudukan kamera  terjadi  sesuatu  yang  tidak masuk akal. Posisi kamera ini menghadap ke lorong yang gelap . Kamera memang ditugasi untuk mengamankan lorong ini.  Kedudukan kamera dibuat tinggi, persis di bawah langit-langit lorong.    

Kami tidak menduga bakal terjadi apa-apa, karena pemasangan kamera pertama dan kedua aman-aman saja. Makanya ketika mesin bor tidak hidup kami menganggap ada masalah teknis. Mungkin arus listrik ke mesin bor terganggu. Untuk meyakinkan itu, mesin bor diturunkan dan disambungkan ke saklar lain. ‘Eh, hidup!”.  Kami sempat berkesimpulan sementara bahwa saklar listrik terdekat ke kedudukan kamera yang tidak beres. Tapi, eit.. tunggu dulu..mengapa lampu indikator adaptor yang juga mengambil arus yang sama pada saklar tersebut hidup?

Sekali lagi kami sambungkan mesin bor ke saklar, dan.. hidup!

Oke. Alat aman. Kami serahkan mesin bor ke Adi yang sedang menunggu di atas tangga. Kabel diulur.. satu..dua.. tiga, tombol power ditekan.. tidak nyala! Ditekan lagi. .. tidak ada perubahan apa-apa. Beberapa kali dicoba tanpa hasil, mesin bor diturunkan. Begitu sampai dibawah.. ditekan… mesin hidup, suara khasnya pun membelah lantai 2 gedung di malam yang senyap itu…

Adi yang di atas tangga mulai gelisah. Mungkin dia merasa dirinyalah  obyek terdekat dengan sumber aneh itu. Dia tidak bisa melarikan diri secepat kami kalau terjadi apa-apa, penampakan misalnya. “Mbah.. Atuk.. Eyang.. jangan ganggu kami, selesai pekerjaan ini kami pergi, kok..” katanya membuat kami tersenyum-senyum. Pinginnya  tertawa, tapi tidak berani.

Setelah dicoba beberapa kali dengan hasil yang sama, tim memutuskan untuk melakukannya secara manual. Walau agak lama dan merepotkan, martil berhasil menancapkan kedudukan kamera di tempat itu. (NasoriHabib.  mlink@riaumedialink.com)

+ Other Our Story

» Cahaya Misterius Ganggu CCTV di Gedung DPRD Bengkalis
» Siapa yang Chatting Dinihari di RTV?
++ Indeks »